Ulasan Film Jatuh Cinta Itu di Film-film Terkini 2024

Tahun ini diberkahi dengan demikian itu banyak film bintang lima. Termasuk Jatuh Cinta Itu di Film-film yang, bagi aku, sungguh-sungguh cocok untuk bersanding dengan deretan rilisan kelas wahid sepanjang 2023.

Sama seperti judulnya, Jatuh Cinta Itu di Film-film memang membuat aku menikmati jatuh cinta yang demikian itu dalam. Film ini memiliki demikian itu banyak cara dan ‘senjata’ untuk memikat hati penonton.

Petang keunggulan itu berakar dari skenario yang ditulis dengan matang dan rapi oleh Yandy Laurens, sang sutradara sekaligus penulis naskah.

Sebagai orang yang cukup familier dengan karya slot min depo 5k Yandy, sejak permulaan aku sudah menikmati nuansa film yang kental dengan blueprint sutradara 34 tahun tersebut.

Jatuh Cinta Itu di Film-film mendiskusikan beraneka warna cinta yang berangkat dari premis segar, kemudian dieksplorasi dengan daya pikir yang melampaui ekspektasi.

Konsep yang terkesan melawan arus mainstream film cinta-cintaan Indonesia ini pun membuat aku teringat dengan karya Yandy yang lainnya, seperti Tetapi: Istri dari Masa Depan, Mengakhiri Cinta dalam 3 Episode, atau Tenaga Via Dalam Cinta.

Baru, ada tenaga berbeda yang dominan dalam cerita Jatuh Cinta Itu di Film-film. Unsur yang rasanya belum pernah aku temui dalam karya Yandy sebelumnya.

Baik film ini, Yandy menonjol sungguh-sungguh berusaha mengerahkan kemampuannya membedah cerita dan memberikan sentuhan-sentuhan personal.

Rasanya tak susah untuk mengusut penyebab munculnya kesan seperti itu. Pasalnya, kini Yandy menulis cerita perihal cinta seorang penulis film.

Tetapi cerita itu membuka peluang bagi Yandy untuk tak hanya mengobservasi bahasa cinta yang ada di luar, melainkan juga memperhatikan dirinya sendiri secara lebih dalam dan lebih dekat.

Dia, Jatuh Cinta Itu di Film-film menjadi karya yang sungguh-sungguh personal, hingga dengan gampang meraba hati karena terasa demikian itu dekat.

Eksekusi cerita yang personal itu dikisahkan dengan konsep meta. Yandy membuat film romcom perihal seorang penulis skenario yang berkeinginan menulis film romcom.

meta itu pun terus berlanjut, seperti karakter (Ringgo Agus Rahman) dan Hana (Nirina Zubir) yang nama panggilannya saling berima dengan panggilan sang pemeran film pria, adegan syuting di dalam syuting, dan masih banyak rujukan lain yang terselip dalam cerita.

Penjelasan di atas mungkin terdengar kompleks karena berlapis-lapis. Baru, aku tak ragu menjamin bahwa cerita itu mampu dinyatakan dengan cara yang mulus oleh Yandy.

menempatkan kisah asmara dan Hana sebagai nyawa cerita yang dijaga betul supaya tetap hidup. Naik turun relasi dua tokoh utama itu ditonjolkan melalui dialog yang tak hanya mengalir lancar, melainkan juga solid.

Tentang Penulis

admin7