Review Film Cash Out: Serba Kurang Meyakinkan

Kesan pertama sesudah keluar dari sanggar bioskop berakhir menonton Cash Out merupakan seperti diingatkan kembali bahwa pada dasarnya kita memang tidak boleh menaruh kemauan terlalu tinggi kepada apapun dan kepada siapapun. Padahal bukan penggemar setianya, mendengar nama John Travolta tetap saja berhasil membangkitkan semangat dan tingkat ekspektasi untuk film bertema pencurian terkini yang ia bintangi. Melainkan sayangnya, Cash Out, film yang digarap oleh Ives (Randall Emmett) ini gagal memenuhi ekspektasi tersebut.

Secara ringkas, Cash Out merupakan film yang mengisahkan Mason Goddard (John Travolta), seorang dalang kriminalitas yang menghadapi pengkhianatan terbesar pada karier pencuriannya. Akan melainkan, ia terpaksa kembali lagi dalam slot gacor 777 rangka menyempurnakan rencana adiknya, Shawn Goddard (Lukas Haas) yang kurang total dalam misi pencurian sebuah akun saham milik salah satu orang paling berpengaruh di dunia.

Film berdurasi 90 menit tersebut dibuka dengan adegan pencurian besar mobil-mobil mewah yang dikerjakan Mason bersama Amelia Decker (Kristin Davis), yang pada saat itu masih menjadi kekasihnya, dan keempat anggota timnya. Patut adegan yang dilatarbelakangi sebuah pesta dalam rangka peluncuran pesawat jet pribadi terkini itu memberikan kesan mewah, melainkan entah mengapa kemewahan tersebut terasa kurang meyakinkan.

Plot pertama terjadi saat Mason harus menghadapi pengkhianatan yang dikerjakan oleh kekasihnya sendiri yang menyuarakan bahwa ia merupakan seorang agen FBI yang menyamar dan sedang menjebaknya. Dunia Mason hancur setelahnya. Dikala Amelia menodongkan pistolnya ke arah Mason di dalam mobil curian mereka merupakan adegan yang cukup ikonik dan berhasil membikin sebagian penonton terkesiap.

Walau seperti itu, pengejaran tersebut malahan diakhiri dengan penerapan plan B, merupakan menceburkan diri bersama mobil curian di depan para agen yang mengejar untuk kemudian melarikan diri dengan berenang. Para agen yang menolak untuk mengejar para pencuri yang melarikan diri di depan mata mereka membikin film ini lagi-lagi terasa kurang meyakinkan.

Padahal bukan sesuatu yang baru, premis yang dijanjikan Ives sesungguhnya menarik dan amat menjanjikan. Sesudah kehidupan Mason hancur dampak pengkhianatan eks kekasihnya, ia dipaksa kembali kepada profesi yang sudah lama ia tinggalkan dalam rangka menyempurnakan rencana adiknya, Shawn Goddard (Lukas Haas) yang berupaya merampok sebuah bank secara besar-besaran. Malahan merupakan plot berikutnya yang menyebabkan adanya perubahan arah hidup Mason. Kecintaan Mason pada saudaranya menunjangnya kembali ke medan pertempuran, mengadunya melawan FBI dan sejumlah besar tim SWAT dalam pengorbanan demi keselamatan saudaranya, keberhasilan pencurian, dan kemungkinan, peluang kedua untuk bersama Amelia yang masih ia cintai.

Akan melainkan, lagi-lagi, eksekusi pandangan baru film Cash Out tidak berjalan semulus itu. Kurangnya pendalaman pada setiap karakter membikin drama di dalam film ini terasa hambar. Pemakaian, kisah cinta antara Mason dan Amelia yang untungnya berakhir baik bagi keduanya juga terasa tidak meyakinkan. Cash Out seperti kesusahan menyeimbangkan plot ambisiusnya dengan koherensi dan kedalaman yang diperlukan untuk membikin narasinya menarik, sehingga mewujudkan film yang pada walhasil terasa mengecewakan.

Padahal Kamera Drone yang Berlebihan
Untuk yang satu ini mungkin sifatnya lebih personal. Lagipula tujuannya tentu saja baik, merupakan meningkatkan intensitas adegan. Akan melainkan, penerapan kamera drone yang terlalu acap kali malahan memberikan kesan berlebihan dan berpotensi besar membikin sakit kepala.

Perdana tayang pada Jumat, 26 April 2024 di Amerika Serikat, sejauh ini film yang ditulis Doug Richardson bersama Dipo Oseni ini mendapat rating di angka 4,6/10 menurut laman IMDb dan 22 persen di Rotten Tomatoes. seperti itu, kemampuan akting para bintang yang bermain di dalamnya bukan sesuatu yang buruk untuk film ini. Untuk para penggemar John Travolta, khususnya, film ini sedikit banyak dapat mengobati rindu pada kemampuan berakting pria berusia 70 tahun tersebut.

Tentang Penulis

admin7