Rebecca 

Pencinta Style Klasik? 5 Film Bernuansa Vintage Ini Bisa Jadi Inspirasi Kamu!

Kamu puas gunakan pakaian warisan dari mama kala masih muda? Atau, puas hunting baju-baju vintage di thrift shop? Bisa jadi, kamu pencinta type klasik. Gaya yang khas bersama nuansa nostalgia dan timeless ini memang menarik. Nah, buat yang tengah mencari ide type klasik, kamu juga mampu mendapatkannya dari film, lho! Berikut lima judul film yang mampu kamu tonton dengan kamu sambil bermain di slot bonus new member 100 di awal.

1. Rebecca

Film yang dibintangi oleh Armie Hammer dan Lily James ini menceritakan perihal seorang wanita muda yang tidak sengaja berjumpa seorang duda tampan kesepian di Monte Carlo. Keduanya pun jatuh cinta dan sesudah sebagian pertemuan, mereka memastikan untuk menikah. Namun, ada yang aneh dan misterius di balik jaman lalu Maxim. Hal ini mengakibatkan istri barunya penasaran dan terobsesi.

Rebecca merupakan film yang diangkat dari karya sastra misteri karangan Daphne du Maurier. Menurut lansiran Vogue, costume designer film ini mengaku bahwa Coco Chanel dijadikan tidak benar satu ide pakaian cii-ciri yang diperankan Lily James di dalam film ini. Rebecca sukses secara artistik, bersama sinematik yang memanjakan mata, dan kostum yang super fashionable ala tahun 1930an. Dijamin, film satu ini dapat sangat menginspirasi gaya klasik kamu!

2. Clueless

“As If!”, merupakan tidak benar satu quotes ter-iconic di film ini. Nah, buat kamu yang belum dulu nonton, Clueless bercerita perihal Cherilyn ‘Cher’ Horowitz (Alicia Silverstone) bersama ke dua sahabatnya Tai dan Dionne di kehidupan remaja mereka. Berbagai masalah remaja yang Cher anggap problematik, ia cari solusinya satu per satu.

Selain mempunyai cerita yang lucu, pakaian di dalam film ini juga sangat fashionable! Clueless berlatarkan tahun 90-an, tidak benar satu jaman di mana tren fashionnya masih dicintai banyak kalangan hingga sekarang. Buktinya, banyak banget tren fashion 90an yang lagi hits di tahun ini.
Dilansir dari Vogue, sesudah masuk ke jajaran film paling fashionable yang menginspirasi banyak penonton, kabarnya film ini juga sukses memprediksi memadai banyak tren fashion terhadap masanya lho!

3. Coco Before Chanel

Siapa yang tidak kenal bersama Coco Chanel? Desainer kenamaan dibalik luxury brand Chanel ini mempunyai banyak versi adaptasi film yang diangkat dari kehidupannya. Salah satunya Coco Before Chanel. Film adaptasi ini fokus terhadap masa-masa Coco sebelum akan berdirinya Chanel. Mulai dari cerita hidup Coco terhadap jaman kecilnya yang sulit, hingga jaman di mana ia masih jadi seorang wanita Prancis biasa bernama Gabrielle. Dari film ini kamu mampu lihat evolusi Gabrielle jadi Coco. Rupanya desainer ini memang telah mempunyai selera berbusana sedari muda, lho!

Walaupun tergolong janggal di masanya, Coco kerap kali mengakibatkan tren di kalangan kaum wanita jaman 1900an. Salah satunya adalah tren celana panjang wanita untuk sehari-hari. Pada masanya, itu bukan hal yang biasa. Namun, gara-gara terhadap jaman itu tengah ada isu perang, wanita jadi lebih sibuk dan butuh pakaian aktif yang cocok untuk kegiatan sehari-hari. Jadi, bukan hanya ide gaya berbusana saja yang mampu kamu pelajari dari film ini, tapi juga gaya hidup yang diterapkan di jaman itu.

4. Ave Maryam

Selanjutnya mampir dari di dalam negeri, yakni Ave Maryam. Film ini mempunyai nuansa klasik yang kental, baik secara visual, latar setting, dan pakaian. Disutradarai oleh Ertanto Robby Soediskam, film ini mengisahkan hubungan terlarang seorang suster wanita 40 tahun bersama seorang pastor.

Meski tidak meng-highlight­ tren pakaian di jaman itu, selalu ada ide pakaian yang mampu kamu petik dari film yang berlatarkan tahun 1998 ini. Selain ide busana, film ini juga mengajarkan pentingnya toleransi antar agama.

5. Breakfast at Tiffany’s

Film ini bercerita perihal Holly Golightly (Audrey Hepburn), seorang New Yorker yang selalu memakai pakaian anggun dan klasik seperti seorang dari kalangan elite New York lainnya. Scene paling ikonik dari film ini adalah adegan di mana Holly, yang kenakan gaun cocktail hitam panjang yang elegan, tengah memakan sepotong roti dan secangkir kopi di depan butik perhiasan Tiffany & Co. sembari memandangi jendela display perhiasan.

Adegan tersebut jadi ikon abadi fashion dan juga pop culture di dalam film. Kisah kehidupan flamboyan Holly ini jadi pusat dari cerita yang berlatarkan jaman 1960-an. Karena film ini, tren LBD (little black dress) terlihat dan jadi popular, lebih-lebih hingga sekarang.

Tentang Penulis

admin3